GORONTALO, Newsline .id– Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo tidak hanya menjadi ajang silaturahmi nasional bagi insan pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi panggung lahirnya berbagai prestasi membanggakan dari seluruh daerah di Indonesia.
Salah satunya ditorehkan oleh Kontingen Jawa Tengah yang berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi pada berbagai kategori lomba yang digelar di kawasan GORR David-Tonny, Limboto, Senin (22/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kapasitas, inovasi, dan daya saing petani serta nelayan Jawa Tengah di tingkat nasional, sekaligus memperlihatkan semangat kolaborasi yang menjadi ruh pelaksanaan PENAS KTNA XVII di Gorontalo.
Sebagai tuan rumah yang dikenal dengan julukan Serambi Madinah, Gorontalo berhasil menghadirkan suasana yang ramah, hangat, dan penuh semangat kebersamaan bagi ribuan peserta dari seluruh Nusantara. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inovasi untuk kemajuan sektor pertanian Indonesia.
Dalam ajang tersebut, Kontingen Jawa Tengah berhasil meraih Juara I Lomba Temu Karya, sebuah kategori yang menampilkan inovasi dan penerapan teknologi tepat guna di bidang pertanian.
Prestasi tersebut diraih oleh Wartiyo Abdul Aziz, Aan Chunaifi, Rahadian Hadi, Priyono, dan Harnoto.
Tak hanya itu, Jawa Tengah juga berhasil meraih Juara II Lomba Karya Wirausaha melalui Juwari. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas dan kemampuan dalam mengembangkan usaha agribisnis yang berdaya saing dan berorientasi pasar.
Sementara pada kategori Asah Terampil, Jawa Tengah sukses meraih Juara III melalui Tumbul Ngatiman, H. Ngadimin, S.H., dan Darsih. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kompetensi, keterampilan teknis, dan kesiapan sumber daya manusia pertanian dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian ke depan.
Ketua KTNA Jawa Tengah, Dr. Ir. H. Ahmad Sofyan, M.M., menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih kontingennya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras, pembinaan yang berkelanjutan, serta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pendamping, dan seluruh peserta.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil perjuangan bersama. Jawa Tengah mampu tampil maksimal di berbagai kategori lomba. Semoga prestasi ini semakin memotivasi petani dan nelayan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas usaha mereka,” ujarnya.
Keberhasilan Jawa Tengah sekaligus menjadi gambaran suksesnya penyelenggaraan PENAS KTNA XVII di Gorontalo yang mampu menjadi wadah penguatan jejaring, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di sektor pertanian dan perikanan.
Lebih dari sekadar ajang perlombaan, PENAS KTNA XVII menjadi momentum mempererat persaudaraan antardaerah, memperkuat semangat gotong royong, dan meneguhkan komitmen bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia yang maju dan berkelanjutan.










