GORONTALO, Newsline .id– Karetaker Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Gorontalo, Prof. Dr. Nelson Pomalingo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mensyukuri suksesnya penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.
Menurut Nelson, keberhasilan menjadi tuan rumah agenda nasional tersebut merupakan kebanggaan sekaligus prestasi seluruh masyarakat Gorontalo. Kesuksesan pelaksanaan PENAS menjadi bukti bahwa Gorontalo mampu menyelenggarakan kegiatan berskala nasional secara aman, tertib, sukses, dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita patut bersyukur karena Gorontalo telah berhasil melaksanakan event nasional ini dengan sangat baik. Ini adalah keberhasilan seluruh masyarakat Gorontalo, bukan keberhasilan satu kelompok atau individu tertentu,” ujarnya.
Mantan Bupati Gorontalo dua periode itu menegaskan, setelah berakhirnya PENAS, seluruh pihak sebaiknya tidak lagi memperdebatkan siapa yang paling berjasa atau siapa yang paling berjuang. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan yang telah mengantarkan Gorontalo sukses menjadi tuan rumah.
“Kalau kita terus saling mengklaim siapa yang paling berjuang, maka makna keikhlasan dalam pengabdian bisa berkurang. Bahkan nilai pahala dari kerja tulus itu pun jangan sampai ternodai oleh sikap saling mengunggulkan diri. Mari kita syukuri bersama karena keberhasilan ini adalah milik seluruh rakyat Gorontalo,” tegasnya.
Nelson juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, seluruh pemerintah kabupaten/kota, aparat keamanan, panitia, relawan, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan perhelatan nasional tersebut.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Anggota DPR RI, Rachmat Gobel, yang dinilai memberikan kontribusi besar dalam mendukung pelaksanaan PENAS, termasuk melalui penataan kawasan Kota Limboto dan Pentadio Resort sehingga tampil lebih representatif sebagai wajah Gorontalo di hadapan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
“Semua pihak memiliki kontribusi sesuai kapasitasnya masing-masing. Karena itu, mari kita saling menghargai dan tidak lagi membangun narasi yang memecah kebersamaan. Keberhasilan PENAS adalah kemenangan seluruh rakyat Gorontalo,” katanya.
Lebih lanjut, Nelson berharap semangat PENAS tidak berhenti setelah kegiatan resmi berakhir. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi awal lahirnya berbagai inovasi dan karya nyata di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan ketahanan pangan.
“Semangat PENAS harus terus hidup dalam bentuk karya-karya nyata. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana hasil dari momentum ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Gorontalo. Itulah warisan terbaik dari PENAS XVII,” pungkasnya










