Limboto, Newsline .id– Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka resmi membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Lapangan GOR David-Tonny, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6). Kegiatan berskala nasional tersebut dihadiri ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia sebagai momentum memperkuat kolaborasi menuju swasembada pangan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut mendampingi Wakil Presiden pada pembukaan tersebut, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, anggota DPR RI Rachmat Gobel, serta jajaran kementerian dan pemangku kepentingan sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah di tengah tantangan global, mulai dari geopolitik, perang dagang, hingga ketidakpastian ekonomi dunia. Menurutnya, Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan tidak bergantung pada negara lain.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya menyederhanakan distribusi pupuk bersubsidi agar lebih mudah diakses petani serta merevitalisasi pabrik pupuk nasional guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang hadir dan berpartisipasi dalam PENAS XVII. Ia mengungkapkan, jumlah peserta terbanyak berasal dari Sulawesi Utara sebanyak 1.574 orang, disusul Sulawesi Tengah sebanyak 901 peserta dan Kalimantan Timur sebanyak 657 peserta.
Menurut Gusnar, tingginya partisipasi tersebut menjadi bukti besarnya perhatian dan semangat petani serta nelayan Indonesia dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional menuju ketahanan pangan dunia. Ia juga menegaskan bahwa suksesnya PENAS XVII merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, kementerian teknis, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS XVII Tahun 2026.
Menurut Sofyan, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan besar sekaligus kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo. Ia menegaskan, PENAS XVII bukan hanya agenda nasional sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.
“PENAS XVII memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Manfaatnya dirasakan langsung oleh pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, hingga masyarakat yang menyediakan rumahnya sebagai homestay bagi para peserta,” ujar Sofyan.
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, panitia pelaksana, hingga masyarakat Gorontalo.
Sofyan pun menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi yang telah terbangun sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Persiapan yang dilakukan secara bersama-sama membuktikan bahwa Gorontalo mampu menjadi tuan rumah yang baik dalam menyelenggarakan agenda berskala nasional,” pungkasnya.










