JAKARTA, Newsline.id – Wafatnya H. Rachmat Gobel meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat Gorontalo. Di mata mantan Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, almarhum bukan hanya seorang tokoh nasional, tetapi juga sahabat diskusi yang memiliki visi besar, pemikiran yang jauh ke depan, serta ketulusan luar biasa dalam membangun tanah kelahirannya.
Bagi Prof. Nelson, setiap pertemuan dengan Rachmat Gobel selalu menjadi ruang bertukar gagasan mengenai masa depan Gorontalo. Berbagai persoalan daerah dibahas bersama, mulai dari pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi, hingga upaya meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beliau sangat nyaman diajak berdiskusi. Cara berpikirnya selalu visioner, tetapi tetap membumi. Setiap kali berbicara tentang Gorontalo, yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana daerah ini bisa lebih maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” kenang Prof. Nelson.
Menurutnya, wawasan luas yang dimiliki Rachmat Gobel lahir dari pengalaman panjangnya di tingkat nasional maupun internasional. Berbagai pengetahuan dan praktik terbaik yang diperolehnya dari luar negeri selalu ingin dihadirkan untuk mendorong kemajuan Gorontalo, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat.
Prof. Nelson menuturkan, salah satu karakter yang paling melekat pada diri almarhum adalah kemampuannya mengubah gagasan menjadi tindakan nyata. Setiap cita-cita yang disampaikan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi selalu diikuti dengan langkah konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau beliau sudah memiliki cita-cita untuk kemajuan Gorontalo, beliau segera bergerak. Beliau percaya bahwa ide yang baik harus diwujudkan dalam kerja nyata agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Hal lain yang paling dikenang, lanjut Prof. Nelson, adalah ketulusan Rachmat Gobel dalam mengabdi. Baginya, membangun Gorontalo bukanlah persoalan untung dan rugi, melainkan panggilan hati untuk berbuat bagi daerah yang dicintainya.
“Beliau tidak pernah berhitung secara ekonomis ketika berbicara tentang Gorontalo. Apa yang bisa dilakukan untuk kemajuan daerah, beliau lakukan dengan penuh keikhlasan. Kecintaan kepada Gorontalo menjadi kekuatan yang menggerakkan setiap langkah pengabdiannya,” ungkapnya.
Lebih dari itu, Prof. Nelson mengenang Rachmat Gobel sebagai sosok pemersatu yang selalu mengedepankan kebersamaan. Dalam setiap ikhtiarnya, almarhum membuka ruang dialog, merangkul semua kalangan, serta membangun kerja sama tanpa membedakan latar belakang maupun kepentingan
“Beliau ingin semua bersatu membangun Gorontalo. Tidak ada sekat. Yang beliau pikirkan adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat berjalan bersama demi kemajuan daerah. Itulah warisan keteladanan yang patut kita jaga dan lanjutkan,” tutur Prof. Nelson.
Menutup ungkapan dukanya, Prof. Nelson mengajak seluruh masyarakat Gorontalo untuk mengenang almarhum melalui semangat pengabdian, persatuan, dan kerja nyata yang telah diwariskannya.
“Selamat jalan, putra terbaik Gorontalo. Terima kasih atas seluruh pengabdian, keteladanan, dan kecintaan yang telah engkau persembahkan untuk daerah dan bangsa. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu, mengampuni segala khilafmu, melapangkan alam kuburmu, serta menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin’.”










