Fikri Papempang Kecam Pernyataan Rektor Universitas Pohuwato Terhadap Mahasiswa Hukum

Thursday, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POHUWATO, newsline.id,— baru – baru ini Pernyataan Rektor Universitas Pohuwato (UNIPO) menjadi sorotan tajam setelah dinilai mengeluarkan kalimat yang tidak pantas saat menanggapi aspirasi mahasiswa. Dalam sebuah diskusi terkait kemajuan pembangunan masjid kampus, Rektor diduga melontarkan pernyataan yang menyerang ranah pribadi mahasiswa. Kamis, 30 April 2026.

 

Kejadian ini bermula saat sejumlah mahasiswa, khususnya dari Fakultas Hukum, transparansi dan kelanjutan pembangunan masjid di lingkungan universitas. Bukannya mendapatkan penjelasan teknis, siswa tersebut justru menerima teguran keras yang membawa-bawa peran orang tua mereka.

ADVERTISEMENT

website

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kau ini tidak diajari oleh orang tuamu,” ujar Rektor dalam potongan pembicaraan yang beredar, berdasarkan keterangan Saksi mata dan rekaman.

 

Tak berhenti di situ, Rektor juga melontarkan pernyataan generalis yang menyasar mahasiswa dari fakultas hukum. Ia menyebut bahwa sikap kritis yang ditunjukkan merupakan tabiat umum mahasiswa fakultas tersebut.

 

“Memang semua mahasiswa hukum ini begini,” lanjutnya, yang kemudian memicu reaksi negatif dari kalangan sivitas akademika dan alumni.

 

Pernyataan tersebut menuai sorotaon dari saah seorang Mahasiswa Hukum Universitas Pohuwato.

 

Saya Fikri papembam mahasiswa semester 6 Fakultas Hukum Universitas Pohuwato, menyatakan sikap tegas atas pernyataan Rektor Universitas Pohuwato yang dinilai tidak mencerminkan kepemimpinan etika akademik serta mencederai marwah dunia pendidikan tinggi.” Ujar Fikri.

 

Pernyataan yang menyebut mahasiswa “tidak diajari oleh orang tua” bukan hanya bentuk generalisasi yang salah, tetapi juga merupakan ekspresi arogansi kekuasaan yang tidak layak keluar dari seorang pemimpin institusi pendidikan. Kampus adalah ruang dialektika, tempat tumbuhnya nalar kritis, bukan ruang pembungkaman dengan retorika yang padat.

 

Sebagai mahasiswa hukum, saya menilai bahwa sikap anti kritik adalah pemikiran yang berbahaya. Seorang pemimpin yang alergi terhadap kritik sejatinya sedang menanggalkan legitimasi moralnya sendiri. Kritik adalah bagian yang melekat dari kehidupan akademik, dan menolaknya sama dengan menolak esensi pendidikan itu sendiri.

 

Lebih jauh lagi, membawa-bawa mahasiswa Fakultas Hukum dalam konteks yang tidak proporsional merupakan tindakan yang mencederai integritas kami sebagai insan akademik. Kami dididik untuk berpikir kritis, menjunjung etika, dan berargumentasi secara rasional bukan untuk dijadikan objek stigma atas pernyataan yang tidak berdasar.

 

Jika kepemimpinan dibangun di atas ego dan anti kritik, maka sesungguhnya ia sedang kehilangan pijakan moralnya. Bahkan, secara metaforis dapat dikatakan pemimpin yang tidak mampu menerima kritik lebih baik dalam hidup dalam kerjang sampah, daripada terus merusak kepercayaan dengan sikap yang tidak mencerminkan intelektualitas.

 

Kami menuntut klarifikasi dan tanggung jawab moral atas pernyataan tersebut. Kampus harus kembali menjadi ruang yang menjunjung tinggi nilai-nilai akademik, etika, dan penghormatan terhadap mahasiswa sebagai subjek pendidikan, bukan objek yang direndahkan.(Isjan)

Berita Terkait

Oknum Anggota Kevin Diduga Pengumpul Atensi PETI Sebanyak 11 Eksavator Dengan Atensi 30JT Pernit
Diduga Jadi Pengumpul Atensi PETI Taluditi, Nama Oknum Intel Kodam Palu Kevin Mencuat
Menolak Lupa! Peristiwa G21 September 2023, Cipayung Plus Bakal Turun Aksi
PETI Taluditi Mencuat, Puluhan Eksavator Menari Tanpa Sentuhan Hukum
Menolak Lupa Peristiwa September 2023,HMI Tegaskan Pemerintah Diminta Jangan Tutup Mata
Polres Pohuwato Gerak Cepat Tangani Konflik Lahan di Marisa Selatan, Mediasi Jadi Langkah Pencegahan
Nasib Penambang Lokal Di tangan Penguasa PETI Di Kabupaten Pohuwato
Siapa di Balik PETI Hutino? Desakan Publik Menguat untuk Usut Pemodal Utama

Berita Terkait

Thursday, 1 October 2026 - 12:37 WITA

Diduga Jadi Pengumpul Atensi PETI Taluditi, Nama Oknum Intel Kodam Palu Kevin Mencuat

Wednesday, 16 September 2026 - 22:39 WITA

Menolak Lupa! Peristiwa G21 September 2023, Cipayung Plus Bakal Turun Aksi

Monday, 7 September 2026 - 13:30 WITA

PETI Taluditi Mencuat, Puluhan Eksavator Menari Tanpa Sentuhan Hukum

Monday, 7 September 2026 - 13:01 WITA

Menolak Lupa Peristiwa September 2023,HMI Tegaskan Pemerintah Diminta Jangan Tutup Mata

Wednesday, 26 August 2026 - 19:09 WITA

Polres Pohuwato Gerak Cepat Tangani Konflik Lahan di Marisa Selatan, Mediasi Jadi Langkah Pencegahan

Berita Terbaru

Uncategorized

Ketua DPRD Zulfikar Usira Hadiri Peresmian SPPG 3T di Dulamayo Selatan

Friday, 2 Oct 2026 - 14:33 WITA